Tren Kue Pernikahan Datar dan Lebar ala Alyssa Daguise, Favorit Baru Generasi Z yang Minimalis dan Elegan
RUBLIK DEPOK – Kue pernikahan tak lagi identik dengan bentuk bertingkat menjulang tinggi. Kini, tren baru yang tengah digemari terutama oleh generasi muda, khususnya Gen Z, adalah kue pernikahan yang datar, lebar, dan minimalis. Gaya ini mencerminkan kesederhanaan yang elegan dan personalisasi yang kuat dalam setiap detail pernikahan. Salah satu contoh paling mencolok dari tren ini terlihat dalam pernikahan selebriti Al Ghazali dan Alyssa Daguise.
Dalam momen makan malam intim setelah akad nikah yang digelar pada 16 Juni 2025, Al dan Alyssa tampil dengan konsep berbeda untuk wedding cake mereka. Alih-alih menyajikan kue bertingkat penuh ornamen mewah, mereka memilih sebuah kue datar berbentuk bundar dengan permukaan yang dipenuhi buah blueberry. Yang menarik, tidak ada prosesi potong kue seperti biasanya. Alyssa justru menaburkan gula halus ke atas kue, menciptakan suasana manis yang intim dan berbeda.
Dari Amanda Rawles hingga Luna Maya, Tren Ini Merambah Kalangan Artis
Tidak hanya Alyssa dan Al, aktris Amanda Rawles dan pasangannya Adriel Susanteo juga mengusung konsep serupa. Dalam pernikahan mereka yang berlangsung di Australia belum lama ini, keduanya memilih kue pernikahan lebar, bundar, dan datar yang dihiasi puluhan stroberi segar. Prosesi penaburan gula putih halus di atas kue pun kembali dilakukan, menggantikan prosesi potong kue sebagai simbol awal kehidupan baru.
Demikian pula dengan pasangan selebritas Luna Maya dan Maxime Bouttier. Dalam pernikahan mereka, terlihat kue besar berbentuk persegi panjang dengan desain minimalis dan lapisan buttercream putih bertekstur. Tampilannya sederhana, tapi tetap memikat dan terasa hangat—cerminan gaya hidup baru yang lebih mengutamakan makna dibanding kemewahan semata.
Gaya Rustic dan Sentuhan Personal Menjadi Daya Tarik Utama
Kue dengan bentuk datar dan lebar ini melekat dengan gaya rustic yang semakin digandrungi pasangan masa kini. Penampilan cake yang natural, dihiasi buah segar, edible flowers, dan finishing yang sederhana namun artistik, menjadi ciri khas utama. Desain seperti ini memberi ruang ekspresi lebih luas kepada pasangan untuk menyampaikan kepribadian mereka melalui elemen-elemen kecil di hari pernikahan.
Dibandingkan dengan kue bertingkat konvensional yang sering hanya berfungsi sebagai pajangan, kue model ini memiliki fungsi ganda—lebih mudah disajikan kepada tamu, serta memberikan sentuhan artistik yang otentik dan menyentuh.
Di Balik Tren: Kue Datar dan Lebar Lebih Praktis, Estetik, dan Ramah Konsumsi
Tren ini tidak hanya didorong oleh gaya visual. Dari segi fungsional, kue berbentuk datar dan lebar lebih stabil, mudah dipindahkan, serta lebih efisien untuk disajikan kepada banyak tamu. Tidak sedikit pasangan yang menggelar pernikahan intim atau outdoor memilih kue seperti ini karena praktis dan tetap cantik dipotret.
Kue datar juga memungkinkan desain lebih fleksibel. Dengan permukaan luas, baker bisa berkreasi lebih bebas dalam menata topping dan dekorasi. Bahkan ada yang menambahkan unsur khas budaya atau cerita cinta pasangan ke dalam tampilan kue.
Tren Global: Dari Houston ke Mexico City, Semua Menuju Minimalisme
Beberapa pelaku industri kue pernikahan dunia juga mengamati pergeseran ini. Di Houston, seorang baker menyebut permintaan untuk kue berdiameter besar tapi rendah semakin tinggi karena tampilannya yang menarik dan tidak merepotkan. Hal senada juga dikatakan oleh pembuat kue asal Mexico City yang menyebut bahwa bentuk low-profile menjadi pilihan utama para pengantin muda tahun ini.
Selain bentuknya, warna-warna netral dan earthy seperti putih, krem, atau cokelat muda kini lebih sering dipilih daripada warna mencolok. Hal ini mempertegas kesan natural dan timeless, sesuai dengan arah estetika pernikahan masa kini.
Simbol Gaya Hidup Baru: Hangat, Otentik, dan Personal
Fenomena ini mencerminkan perubahan nilai dalam merayakan pernikahan. Jika sebelumnya kemewahan dan kemegahan menjadi standar, kini yang lebih dicari adalah perasaan hangat, otentik, dan penuh makna. Kue pernikahan menjadi representasi dari perubahan tersebut. Tidak sekadar makanan penutup, tapi juga sebagai simbol nilai dan karakter pasangan pengantin.
Dengan pendekatan ini, acara pernikahan terasa lebih dekat dan menyentuh hati, bukan hanya sekadar pertunjukan. Kue menjadi bagian dari narasi cinta, bukan hanya elemen dekoratif.
Kesimpulan: Lebih dari Sekedar Tren, Ini Adalah Evolusi Tradisi
Kue pernikahan datar dan lebar bukan hanya gaya sesaat. Ini adalah bagian dari evolusi tradisi yang disesuaikan dengan semangat zaman. Generasi muda ingin tampil apa adanya, namun tetap estetik dan berkesan. Kue seperti ini menjawab kebutuhan itu dengan sempurna—sederhana namun berkarakter, minimalis namun tetap penuh cinta.
Seiring berkembangnya gaya hidup dan preferensi pasangan modern, bisa dipastikan tren ini akan terus tumbuh dan menjadi standar baru dalam dunia wedding cake. Dan yang terpenting, kue pernikahan kini benar-benar menjadi milik pasangan, bukan sekadar warisan dari tren masa lalu.
Komentar
Posting Komentar