Hampir Sepekan, Misteri Kematian Arya Daru Pangayunan Belum Terungkap

Kasus Kematian Arya Daru Pangayunan Masih Mencurigakan
Kasus kematian Arya Daru Pangayunan, seorang diplomat muda, masih menjadi misteri sejak jasadnya ditemukan di kamar indekosnya di Jalan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat. Kejadian ini terjadi pada Selasa (8/7/2025) pagi sekitar pukul 08.30 WIB. Penemuan itu dilakukan oleh penjaga kos setelah istri Arya meminta untuk melihat kondisi suaminya karena tidak bisa dihubungi sejak Senin malam.
Penemuan Jasad dengan Kondisi yang Mencurigakan
Saat penjaga kos tiba di kamar Arya, pintu dalam keadaan terkunci dari dalam. Untuk membuka pintu, penjaga kos harus melakukan pendobrakan. Di dalam kamar, jasad Arya ditemukan dalam posisi terlilit lakban berwarna kuning dan tertutup selimut. Saat dilakukan pemeriksaan awal terhadap tubuh korban, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik.
Kapolsek Menteng, Kompol Rezha Rahandi, menjelaskan bahwa pihak kepolisian masih menyelidiki apakah kematian Arya murni bunuh diri atau akibat pembunuhan. "Belum dipastikan (pembunuhan), saya juga tidak bisa bilang bukan. Kami masih selidiki," ujarnya.
Ditemukan Obat dan Riwayat Kesehatan Korban
Selama penyelidikan, polisi menemukan beberapa obat di kamar Arya. Obat-obatan tersebut termasuk obat sakit kepala dan obat lambung. Namun, hingga saat ini belum ada kesimpulan apakah obat-obatan tersebut berkontribusi pada kematian korban.
Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Sigit Karyono, mengungkapkan bahwa Arya memiliki riwayat penyakit gerd dan kolesterol. Informasi ini didapatkan dari keterangan istri korban. Ia menyatakan bahwa pihaknya akan memadukan informasi ini dengan hasil otopsi dan riwayat medis korban.
Sidik Jari Hanya Milik Korban
Salah satu hal yang mencurigakan adalah adanya lakban yang terlilit di kepala Arya. Menurut keterangan dari Rezha, hanya sidik jari korban yang ditemukan di atas lakban tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa korban sendiri mungkin mengikat dirinya sendiri, meski hal ini masih dalam penyelidikan.
Rekaman CCTV yang Memperlihatkan Aktivitas Korban
Polisi telah merilis tiga rekaman CCTV yang merekam aktivitas di sekitar kamar Arya. Rekaman pertama menunjukkan detik-detik penjaga kos menemukan jasad Arya. Dalam rekaman tersebut, penjaga kos terlihat mengetuk pintu kamar beberapa kali tetapi tidak ada jawaban. Setelah mencoba beberapa cara, akhirnya pintu dapat dibuka.
Rekaman kedua menunjukkan aktivitas Arya pada malam sebelum kematiannya. Dalam video tersebut, Arya tampak membuang sesuatu yang diduga sampah sebelum kembali ke kamarnya. Tidak ada tanda-tanda kecurigaan pada waktu itu.
Rekaman ketiga menunjukkan penjaga kos mondar-mandir di depan kamar Arya. Perilaku ini tercatat dalam CCTV sekitar sejam setelah Arya keluar dari kamar. Penjaga kos tampak cemas dan sesekali mengintip ke dalam kamar. Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, penjaga kos datang untuk memastikan kondisi Arya setelah diminta oleh istri korban.
Target Penyelesaian Kasus dalam Seminggu
Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Karyoto, menyatakan bahwa penyelidikan kasus Arya masih dalam tahap pemeriksaan. Ia menargetkan penyelidikan akan rampung dalam waktu sekitar satu minggu ke depan. "Bukti-bukti yang ada perlu dipelajari oleh forensik, baik itu CCTV, hasil otopsi, dan juga termasuk digital seperti laptop, mungkin seminggu lagi selesai, nanti akan ada kesimpulan," ujarnya.
Komentar
Posting Komentar