Jarang Disadari, Inilah 5 Kebiasaan Sehari-hari yang Dapat Memicu Kanker Ginjal

- Terdapat beberapa kebiasaan atau gaya hidup sehari-hari yang berpotensi menyebabkan kanker ginjal.

Mengutip laman resmi National Health Service (NHS), Kanker ginjal yang juga disebut kanker renal adalah jenis kanker yang bermula di ginjal.

Penyakit tersebut perlu diwaspadai karena ginjal yang terletak di kedua sisi tulang belakang di bawah tulang rusuk berfungsi untuk membuang limbah dan cairan berlebih dari darah.

Orang yang mengalami kanker ginjal dapat merasakan sejumlah gejala, seperti terdapat darah dalam urine dan benjolan atau pembengkakan di punggung, di bawah tulang rusuk, maupun perut.

Kanker ginjal juga bisa menimbulkan gejala lain, seperti merasa lelah atau tidak punya energi, nyeri di antara tulang rusuk dan pinggang yang tidak kunjung hilang, dan berkeringat banyak, terutama di malam hari.

Berikut adalah beberapa kebiasaan sehari-hari yang dapat meningkatkan risiko kanker ginjal:

Kebiasaan sehari-hari yang dapat menyebabkan kanker ginjal

Berikut adalah kebiasaan sehari-hari yang dapat menyebabkan kanker ginjal:

1. Merokok

Kebiasaan merokok tidak hanya dikaitkan dengan kanker paru-paru, tapi juga kanker ginjal.

Dilansir dari Majalah Time , Selasa (13/12/2022), kebiasaan tersebut bisa meningkatkan risiko mengalami kanker ginjal sebesar 20-50 persen.

Dokter spesialis kanker ginjal di Universitas Washington, AS Zachary Smith menjelaskan bahwa ginjal memiliki fungsi untuk membersihkan dan menyaring darah.

Jika darah mengandung karsinogen, maka zat tersebut akan masuk ke ginjal dan kemudian menyebabkan mutasi yang memicu kanker.

“Ketika Anda menghirup karsinogen dalam tembakau, karsinogen tersebut diserap melalui paru-paru ke dalam aliran darah,” ujar Smith.

2. Tidak menjaga tekanan darah

Orang yang tidak menjaga tekanan darah, salah satunya karena kebiasaan merokok, juga berisiko terkena kanker ginjal.

Walaupun hubungan antara tekanan darah tinggi dan kanker ginjal sudah diketahui dengan baik, para ahli belum yakin bagaimana kondisi tersebut menyebabkan kanker.

"Kita tahu hubungannya ada, tetapi hubungan sebab akibat yang pasti belum jelas," kata Shilajit Kundu, Kepala Onkologi Urologi Sekolah Kedokteran Feinberg Universitas Northwestern.

Namun, ada satu teori bahwa tekanan darah tinggi dapat memicu kondisi peradangan kronis sehingga mengganggu kesehatan ginjal.

Tekanan darah tinggi juga bisa memicu pembentukan molekul darah atau spesies oksigen reaktif yang dapat mendorong perkembangan dan progresi tumor.

Selain itu, ada teori yang menyebutkan bahwa tekanan darah tinggi menjadi penyebab disparitas rasial dalam risiko kanker ginjal.

Orang dengan kulit hitam disebut memiliki risiko terkena kanker ginjal lebih tinggi ketimbang orang berkulit terang.

3. Kelebihan berat badan

Kelebihan berat badan atau obesitas bisa disebabkan oleh pola makan tidak teratur dan jarang beraktivitas fisik.

Berat badan sebaiknya dijaga supaya tetap ideal agar terhindar dari kanker ginjal.

Laporan Majalah Time menyebutkan, berat badan yang berlebihan bisa memicu perubahan endokrin (hormonal) yang memicu perkembangan kanker ginjal.

Tidak seimbangnya oksigen dalam darah dan resistensi insulin akibat obesitas juga dapat menjadi faktor kanker ginjal.

4. Paparan bahan kimia

Terbiasa terkena paparan bahan kimia, salah satunya karena pekerjaan, juga berisiko meningkatkan kanker ginjal.

Salah satu bahan kimia yang bisa memicu kanker ginjal adalah trikloroetilen (TCE).

Bahan tersebut merupakan pelarut untuk membersihkan bagian-bagian mesin dari minyak.

TCE juga digunakan dalam industri penyuci kering pengolahan kulit, pertanian, dan elektronik.

Badan Perlindungan Lingkungan AS telah mengkategorikan TCE sebagai zat penyebab kanker bagi manusia.

Orang yang terpapar TCE dalam jumlah banyak di tempat kerja juga berisiko terkena kanker ginjal 50 persen lebih tinggi daripada orang lain yang tidak terpapar bahan kimia ini.

5. Mengonsumsi banyak daging

Risiko terkena kanker ginjal juga meningkat apabila mengonsumsi daging dalam jumlah yang banyak.

Hal tersebut terungkap dalam hasil studi dari The University of Texas MD Anderson Cancer Center yang dipublikasikan ke Jurnal Cancer pada tahun 2015.

Daging dapat memicu kanker karena adanya mutagen yang digunakan dalam proses memasak daging dan senyawa berbahaya yang terbentuk ketika daging dimasak dengan cara tertentu.

Memasak daging pada suhu tinggi atau di atas api terbuka, seperti memanggang atau menggoreng, ternyata dapat menyebabkan terbentuknya karsinogen.

Zat tersebut termasuk 2-amino-1-metil-6-fenil-imidazo(4,5-b) piridina (PhIP) dan amino-3,8-dimetilimidazo(4,5-f) kuinoksalin (MeIQx).

Secara spesifik, hasil studi menunjukkan bahwa pasien kanker ginjal ternyata mengonsumsi lebih banyak daging merah dan putih dibandingkan dengan orang sehat.

Peneliti juga mengidentifikasi peningkatan risiko sebesar 54 persen yang terkait dengan asupan PhIP dan peningkatan hampir dua kali lipat yang terkait dengan asupan MeIQx.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Polisi Tembak Polisi di Makassar, Begal Aldy Monyet Diduga Korban Minta Restoratif Justice

INTER MILAN: Tiga Kandidat Pengganti Hakan Calhanoglu

Perbedaan Dot Bulat dan Gepeng serta Kelebihan Kekurangannya